Sebenarnya, memencet jerawat bukanlah hal yang dapat dibenarkan oleh dokter kulit karena dapat menimbulkan jaringan parut atau bekas luka yang mungkin lebih sulit hilang dibandingkan dengan jerawat. Namun, kadang melihat jerawat di wajah bisa menimbulkan perasaan gemas tersendiri untuk memecahkannya. Betul, tidak?

Jika Anda benar-benar harus (baca: tidak sabar) untuk memencet jerawat, pahamilah bahwa ada waktu dan tempat untuk melakukannya, serta yang paling penting adalah melakukannya dengan cara yang benar untuk meminimalkan kemungkinan jaringan parut. Dokter kulit bersertifikat Erum Ilyas, MD, MBE, FAAD, mengatakan, “Mengeluarkan jerawat sebelum waktunya pada akhirnya dapat memperburuk keadaan, terutama jika tidak cukup dekat dengan permukaan kulit atau Anda tidak dapat melihat lubangnya. ”

Jadi, cara pertama untuk mempersiapkan jerawat Anda agar bisa dipecahkan adalah dengan menggunakan perawatan acne spot untuk memunculkan jerawat ke permukaan. Ketika tiba saatnya untuk mengeluarkannya, Erum meminta Anda untuk tidak menggunakan jari, tetapi dua buah cotton bud untuk memberikan tekanan. “Dengan menggunakan cotton bud dan bukan tangan atau alat untuk memencet jerawat, maka Anda cenderung tidak membuat trauma kulit dalam proses ekstraksi jerawat,” jelasnya.

Tips penting: Jika saat akan memecahkan jerawat yang sudah dekat (atau biasanya disebut “matang”) terasa sakit dan benar-benar tidak keluar, maka segera menemui dokter kulit untuk menyodok atau menorehkan atau menyuntik jerawat, yang akan membantu mengeluarkannya, kata Erum DYogya.

Baca Juga:  6 Perawatan Agar Kulit Wajah Sehat dan Bening Berseri

Nah, setelah jerawat sudah selesai dipencet dan dikeluarkan semua isinya, sebaiknya hindari penggunaan krim jerawat secara berlebihan setelahnya. “Masalahnya, kebanyakan krim jerawat bekerja dengan mengeringkan atau mengelupas kulit. Ini bagus sebelum Anda memencet jerawat agar siap meletus. Setelah Anda memencetnya, secara teknis tidak lagi menjadi jerawat. Sekarang luka yang perlu disembuhkan,” Erum menjelaskan.

Proses terbaik untuk perawatan setelah memencet jerawat adalah membersihkan secara perlahan dengan sabun dan air sebelum dikeringkan dan diakhiri dengan salep antibiotik untuk mempercepat penyembuhan tanpa jaringan parut. Erum bilang, dengan menjaganya tetap lembab saat sembuh, kemungkinan perubahan warna dan potensi bekas luka yang diakibatkan saat memencet jerawat juga akan berkurang.